HIkmah di balik Musibah
Setiap hari ada saja musibah yang datang, baik yang kecil maupun yang besar, baik yang menyangkut pribadi, keluarga, maupun masyarakat dan bangsa. Rasa-rasanya musibah sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan. Sehingga, seharusnya kita tidak kaget ketika musibah itu datang. Tetapi yang paling penting adalah apa sebenarnya hikmah yang ada dibalik musibah yang datang, serta bagaimana kita menyikapinya.
Sebagai contoh, saya dan Anda pernah sakit? Ya, sakit bisa dikatakan sebagai musibah. Ada yang sakit ringan maupun berat. Apa yang Anda lakukan ketika sakit? Kita sebagai manusia diwajibkan untuk ikhtiar, berusaha berobat agar segera sembuh. Sakit yang kita rasakan, mengingatkan kepada kita bagaimana nikmatnya sehat.
Dengan sakit, Allah memberi peringatan kepada kita, agar kita senantiasa bersyukur kepada Allah dengan berbagai nikmat yang telah Allah berikan. Awalnya, mungkin kita tidak merasakan punya gigi yang sehat adalah sebuah karunia dari Allah yang luar biasa. Tetapi dengan sakit gigi yang Allah berikan kepada kita, barulah terasa nikmatnya luar biasa. Makan menjadi enak, bicara tanpa hambatan, tidak perlu biaya besar yang harus kita keluarkan. Sungguh luar biasa nikmatnya punya gigi yang sehat. Ini baru satu contoh saja.
Keluarga Anda pernah tertimpa musibah? Mungkin ada anggota keluarga yang sakit, meninggal, kehilangan harta, kecelakaan, terjerumus narkoba, dan lain sebagainya. Allah memberi peringatan kepada kita, nikmatnya memiliki keluarga yang utuh, nikmatnya cinta keluarga, nikmatnya persaudaraan, nikmatnya saling membantu, serta banyak hikmah lain yang bisa dipetik.
Begitu pula, saat ini, berbagai musibah yang datang pada bangsa ini. Ada musibah banjir, longsor, kekeringan, gempa bumi, tsunami, meletusnya gunung berapi, dan lain sebagainya. Berbagai musibah yang terjadi adalah sebagai bagian dari peringatan Allah kepada kita semua, kepada bangsa ini, untuk senantiasa bersyukur dengan kenikmatan yang Allah berikan kepada kita.
Nikmat yang luar biasa kepada bangsa ini. Bisa jadi, kekayaan alam yang melimpah ruah, tidak kita manfaatkan untuk kesejahteraan rakyat, tidak dikelola dengan baik. Berbagai penyimpangan yang terjadi, korupsi, kolusi, ilegal logging, krisis moral, dan lain sebagainya perlu dengan sungguh-sungguh segera kita benahi.
Peringatan Allah yang bertubi-tubi datang kepada bangsa ini, perlu jadi renungan dan koreksi untuk kita semua. Masih banyakkah penyimpangan yang kita lakukan, masih adakah kemaksiatan yang kita jalani. Sudahkah kita mengelola alam ini dengan benar. Sudahkah kita beribadah dengan penuh kesungguhan.
Marilah kita renungkan, firman Allah SWT dalam Al-Quran surat An-Nisa ayat 79 :“Kebajikan apa pun yang kamu peroleh, adalah dari sisi Allah, dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu (Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi.”






0 komentar:
Posting Komentar